Browsing Category

Hidup Minimalis

Finance Hidup Minimalis

Pengalaman Investasi

22nd August 2019 - 6 min read

Setelah kemarin sempat membahas mengenai relevansi antara finansial dan hidup minimalis, next thing is what to do with the extra money saved. Untuk saya intinya adalah dialokasikan ke hal yang lebih prioritas. Prioritas bisa sangat berbeda-beda tiap orang, untuk aku sendiri bisa ke hal-hal seperti travel, sedekah, juga investasi.

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering aku terima begitu membahas mengenai finansial. Investasi kah? Kalau iya, investasi kemana?

Tabungan itu adalah suatu hal yang tidak dapat diganggu gugat setiap bulannya. Kami menargetkan sekitar 10-30% tergantung kewajiban yang harus dijalani di bulan tersebut. Tapi kadang sisa dari pengeluaran di bulan itu, juga menjadi sumber dari uang yang kami masukan ke pos investasi.

Aku akan sharing berdasarkan pengalaman aku dan Damar, kemana-mana saja mengalokasikan tabungan kami untuk berinvestasi. Sebagai milenial di jaman sekarang dimana lifestlye bisa disalah artikan dan jadi prioritas utama, kita harus banget membuat target finansial dan rencana dimana kita akan berinvestasi, karena membiarkan di bank saja tidak cukup. By the way, berdagang juga bisa jadi moda investasi lho, dan disini saya pun melakukannya.

Sebelum mulai, ada 2 macam investasi, yaitu Physical Investment dan Financial Investment.

Physical Investment – Berwujud, contohnya rumah, emas batangan, lukisan, tanah, dan lain-lain
Financial Investment – Tidak berwujud, atau terkadang berbentuk surat atau kertas, contohnya Saham, Reksadana, Forex, peer to peer landing, Surat hutang dan lain-lain

Kebetulan keduanya kami lakukan. Untuk physical investment kami alhamdulillah ada rumah dan untuk financial investment kami mencoba beberapa hal berikut

  1. Deposito
  2. Surat hutang negara
  3. Reksadana
  4. Saham.

Kenapa kami nyoba beberapa hal? karena kami ingin mencoba-coba mana yang paling cocok dengan kebutuhan kami. Dan ke-4-nya memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Kira-kira pros dan cons-nya seperti ini.

PROS CONS
Deposito Pasti, Bisa dilakukan kapan aja, Dijamin oleh bank yang kemudian
ditanggung pemerintah, , Mudah, Bisa di roll over
Bisa diambil saat jatuh tempo (bisa milih kapan harus diambil, semakin lama,
semakin banyak return-nya),
Riba masih tidak jelas statusnya
Surat Utang Negara Pasti, Hanya bisa dilakukan di waktu tertentu, Dijamin oleh negara,
Bunga lebih tinggi dari deposito – bisa memilih pilihan syariah (SUKUK)
Uang di keep 2 tahun
Reksadana Diversifikasi risk lebih mudah, bisa dicairkan kapan saja,
return untuk jangka panjang
Harus memilih produk yang sesuai
Saham High risk – High Return Agak ribet untuk set up account
Rumah Property value cenderung akan selalu naik, bisa disewakan High investment, tidak dapat diprediksi, perlu cost untuk maintain,
absen-nya penyewa

Beberapa hal untuk dijadikan pertimbangan adalah latar belakang dari dimana kita menginvestasikan (perusahannya, banknya dll) apakah memiliki rating dan sejarah yang baik atau tidak. Disini aku tidak akan membahas mengenai perdebatan riba dan kaitan perusahaan-perusahaan yang kami pinjami uang dengan apakah mereka korupsi, apakah mereka do something good for the society yang berhubungan dengan gaya hidup yang aku anut, karena ini riset pribadi dan juga menggunakan feeling/instinct. Saat kalian tidak merasa benar atau tidak tenang, jangan dilakukan!

Di post kali ini aku ingin cerita salah satu instrumen yang relatif ramah, yaitu Reksadana. Uang bisa dicairkan kapan saja, return cukup okay dibanding deposito plus kamu juga tidak perlu untuk terus monitor.

Tapi pertama-tama, tujuan berinvestasi itu penting. Buat apa dan untuk jangka waktu berapa lama kita harus tahu. Kita harus bisa bedakan yang namanya main dan nabung saham. Reksadana itu lebih tepat disebut dengan menabung, tapi memang keuntungannya per bulan tidak seberapa. Kalau untuk short term dan high investment, main saham saja, tapi harus ada deep knowledge mengenai ini, harus ngerti banget dan banyak waktu untuk mantau juga banyak uang di awal. Kalau Reksadana, dipercayakan ke asset manager (manajer investasi) yang punya waktu dan pengetahuan.

Reksadana is not for everyone. Karena ini untuk orang-orang yang punya tujuan investasi memang untuk di masa depan. Harus sabar dan jangan gatel untuk dicairin. Uangnya memang bukan untuk sekarang, tapi untuk 5 tahun bahkan 10 tahun kedepan.

Dimana belinya Reksadana?

Bisa ke kantor manajer investasi (tapi cabangnya tidak banyak), ke bank atau online. Enaknya kalau online itu bisa diakses kapan aja dan mudah. Sekarang ada banyak banget platform diluaran sana yang menawarkan jasa penjualan reksadana, tapi saat dilihat-lihat banyak banget pilihan produknya jadi bingung sendiri. Terus kebanyakan perlu modal paling nggak 100rb, sampai akhirnya menemukan si Ajaib. Dia bentukannya aplikasi, sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK & Kemkominfo, bisa mulai investasi dengan minimum modal awal sebesar Rp 10.000 lewat proses pembukaan akun online hanya dalam 1 menit!

Bekerjasama dengan manajer investasi terbaik yang berpengalaman lebih dari 20 tahun, tanpa biaya pembukaan akun, tanpa biaya proses pembelian, penjualan dan pengalihan dan yang paling enak itu ada fitur live chat dengan ahli keuangan Ajaib.

Kalian bisa pakai referral code ku – muri912

Dengan kode referral ku kalian bisa mendapat 10rb ekstra, dan aku bisa main di ‘magic carpet’ dengan kemungkinan mendapatkan 10rb-1juta reksadana gratis.

Apa yang masih aku gunakan sekarang setelah mencoba?

Surat Utang Negara, Reksadana dan Rumah.

Baby and motherhood Hidup Minimalis

Minimalist Baby Essentials (Bahasa)

7th August 2019 - 8 min read

Tau kan kalau aku tipe orang yang suka tulis goal hehe. Suka membuat goal dan tujuan spesifik dalam hidup. Karena ada perasaan luar biasa saat suatu goal bisa tercapai. Dan karena kalau nggak, hidup yang akan mengatur kita, bukan sebaliknya. Ada yang bisa relate kah?

Begitu juga saat aku hamil. Kalau bicara soal kehamilan, memang banyak hal yang tidak bisa manusia kontrol. Tapi banyak juga yang bisa kita kontrol termasuk plan apa-apa saja yang mau dilakukan saat hamil dan saat bayi sudah lahir. Kemarin sudah sempat cerita goal-goal saat hamil. Saat bayi sudah lahir, salah satu yang menjadi goal-ku adalah menciptakan lingkungan yang cukup, namun berkualitas dan sehat untuk bayi kami.

Kata cukup pasti akan menjadi perdebatan karena definisi cukup setiap orang berbeda. Dalam hal ini, yang aku maksud cukup adalah lebih kepada barang-barang persiapan yang esensial untuk dimiliki. Walaupun ini anak pertama kami, dimana umumnya ibu ingin membeli semuanya, aku ingin lebih sadar dalam mengkonsumsi dan berusaha seminimal mungkin dan tidak berlebih. Sering sekali aku mendengar teman-teman yang saat anaknya lahir mengatakan kalau jangan beli a,b,c,d,e terlalu banyak karena tidak akan dipakai dan lain-lain.

Aku berusaha membaca pattern-nya dan merangkumnya disini. Bayi kami memang belum lahir, jadi nanti saat baby-nya sudah disini aku akan update soal what works and not. Karena setiap kebutuhan bayi berbeda, jadi memang harus dipraktikan dan dilihat. Intinya, aku tidak ingin menyiapkan sesuatu terlalu banyak yang belum tentu bayiku butuhkan. Jadi, esensial yang minimal adalah my go-to-direction. Pun dari segi warna, walaupun kami tahu gender anak kami, kami memutuskan untuk memilih warna yang unisex, grounded dan earthy. Simultaneously whisper for the baby to be one. Aamiiiiinn.  Unisex agar nanti bisa diturunkan ke adik-adiknya hehe because why label specific gender with one color. Selain itu karena aku juga suka yang sangat simpel, plus bisa mix and match dengan barang-barang yang lain. Karena selama ini aku lihat, memang banyak sekali motif anak-anak yang lucu-lucu, tapi kalau beli yang motif semua akhirnya jadi tabrakan satu sama lain. Dan mataku agak terganggu dengan itu *don’t mind my personal preference 🙂

By the way, sejarah manusia jaman dulu, orang tua berhasil membesarkan bayinya dengan barang yang sedikit/secukupnya. Banyak penemuan-penemuan yang sebetulnya tidak necessary untuk dikonsumsi. Dan aku berusaha untuk mempersiapkan dan riset sebanyak mungkin.

ps. aku nggak beli baru semuanya, beberapa ada yang hand down dari temen and I love it so much. It’s more sustainable that way. Dan kalau aku beli, aku berusaha sekali produk lokal dan dengan material yang sustainable. Nanti suatu saat kalau semua sudah lengkap akan aku share brand favoritku yaa..

Ohya, jangan malu untuk tanya teman atau orang disekitar yang sudah memiliki anak apakah ada barang yang sudah tidak digunakan lagi dan berkenan untuk dijual. Umumnya orang gengsi untuk bertanya, dan yang memiliki barang pun malu untuk menawarkan karena adanya stereotype diluar sana yang menganggap barang tidak seharusnya second hand. So shaaaddd. Sedangkan itu adalah salah satu cara untuk hidup sadar dan berkelanjutan, karena umur bayi itu sangat pendek dan umumnya barang-barangnya masih bagus. Pun biasanya, ibu-ibu itu bingung mau diapakan bajunya.

 

Okay, here we go!

 

Source: https://www.farmhouseonboone.com/farmhouse-on-boone/minimalist-baby-essentials-baby-checklist/

1. Muslin – Apakah Muslin ituuu? Muslin itu sebetulnya adalah kain katun serbaguna yang sangat amat bermanfaat untuk banyak hal. Contohnya, untuk swaddle (bedong), sebagai burp clothes (lap gumoh atau iler), penutup stroller, nursing cover (cover untuk menyusui), untuk menghangatkan bayi, tatakan makan dan lain-lain. 1 fabric for all. Please jangan beli kain sintetis ya.. Malah sebisa mungkin katun organik.

2. Clothes

  • SleepsuitSleepsuit ini digunakan untuk tidur di malam hari. Sebisa mungkin dibedakan dengan baju keseharian, agar bayi tahu perbedaan dan bisa memiliki ekspektasi bahwa saat dia mengenakan baju itu, adalah waktunya untuk tidur. Gitu katanya… Biasanya pula, sleepsuit ini yang tangan dan kakinya panjang agar bayi selalu hangat sepanjang malam
  • Rompers / onesie / baju monyet – Itu lho baju yang ada kancingnya di bagian paha. Ini baju wajib untuk sehari-hari. Untuk newborn baby, tips-nya adalah beli baju yang buka bagian depan (kancing, zipper, tali dll) untuk memudahkan mengganti popok. Atau kalau nggak, beli yang dibagian lengannya lekukan supaya bisa membuka ke bawah.
  • Hat, socks (kaos kaki) + mittens (sarung tangan) + bibs – ini wajib untuk bayi baru lahir untuk menjaga suhu tubuh, tapi nggak perlu banyak-banyak. Aku persiapin 2 biji sih untuk topi dan  pasang kaus kaki dan mittens.
  • Baju pergi – nah ini nggak perlu banyak-banyak apalagi untuk bayi baru lahir. Beberapa biji aja, karena bayi akan lebih banyak di rumah atau digendong dengan bedong.

3. Crib – Banyak sebetulnya alternatif dari crib ini, kemarin ngobrol-ngobrol dengan beberapa temen yang sudah punya bayi. Ada yang bayinya ditaruh di kasur dengan baby nest atau bantuan tudung bayi agar tetap aman, dan lain-lain. Aku sendiri memutuskan untuk pakai crib karena cita-citanya agar bayi bisa mandiri. Nah ini perlu dilihat nanti praktiknya bagaimana, tapi harapan masih besar untuk stick dengan itu.

4. Bantal+Guling+Perlak+Selimut – Aku beli 1 set yang isinya 1 bantal peyang, 2 guling kecil, 1 perlak. Kemudian secara terpisah aku beli 1 ekstra perlak dan juga 1 selimut.

5. Mainan empuk + Buku – Ini secondary dan nggak harus disiapin sebelum bayinya lahir sih. Karena newborn belum terlalu perlu. Tapi menurutku ini salah satu hal esensial yang harus dibudgetkan. Untuk setelah anaknya sudah bisa main-main, aku bercita-cita untuk hanya memberi mainan dari kayu. Paling tidak kayu lebih dominan, plastik sedikit-sedikit saja 🙂

6. Barang-barang hygiene 

  • Sabun shampoo
  • Ember Mandi + attachment yang untuk newborn
  • Handuk
  • Waslap
  • Minyak telon
  • Deterjen baby
  • Baby (clothes) wipe
  • Cloth diaper
  • Sisir + potongan kuku
  • Alkohol
  • Kapas bulet-bulet

7. Carrier (untuk gendong)

8. Car seat – kami ingin membiasakan anak kami duduk di seat khusus di dalam mobil

9. Opsional: Aksesoris, instant swaddle, manual breast pump

10. Laundry basket dan basket untuk yang kotor-kotor (cloth diaper, baby wipes)

Kira-kira itu dia perlengkapan yang esensial. Kami juga akan punya hanya 1 drawer yang akan berfungsi juga sebagai tempat ganti popok di atasnya. Jadi nggak perlu beli meja alas ganti popok khusus.

Ohya, kami memutuskan nggak beli stroller dulu karena pengen baby wearing at least di bulan-bulan pertama, kemudian observe lagi apakah nanti perlu atau nggak 🙂

Salah satu tips juga untuk menjadi minimalis adalah cari barang yang sebisa mungkin multifungsi. Karena dengan marketing jaman sekarang, kadang jadi bias dengan fungsi dari suatu benda.

Nanti insya Allah aku juga akan share tips-tips dan yang harus dipikirkan di mindset untuk menjadi minimalis saat punya bayi. Stay tuneee…

 

Update baby: 31 weeks hari ini, all good and healthy alhamdulillah. Posisinya masih breech, tapi memang dia masih punya banyak space untuk jumpalitan. Minta doanya agar posisi menjadi optimal yahh…

 

Love

Picture source: https://noblecarriage.com/collections/flower-baby?utm_medium=Social&utm_source=Pinterest

 

Finance Hidup Minimalis

Mengatur Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis (Free template)

10th July 2019 - 7 min read

Caution: Aku bukan konsultan finansial professional or whatsoever and I am not that filthy rich. Hanya berdasarkan pengalamanku, minimalisme dan finansial memiliki banyak keterkaitan.  Menurut aku, konsep itu sangat mengajarkan bagaimana kita berkesedaran dengan konsumsi kita, less on the materialistic thing that adds joy and we are passionate about. And I want to share with you about it..

 

Semenjak mengubah diri menjadi lebih berkesadaran dalam hal konsumsi, mau tidak mau hal itu memberi efek kepada bagaimana caraku mengeluarkan uang. Karena menurutku things don’t spark joy just by it is (just like love at the first sight), tapi juga dari history, story and price tag.

Cara aku mengeluarkan uang dan menimbang-nimbang pun berbeda. Aku memastikan semua hal yang wajib/kebutuhan (rent, utilities, mortgage, zakat, tabungan, dll) sudah terbayarkan. Bukan berarti aku sama sekali nggak boleh beli yang aku pengen, tapi aku selalu make sure bahwa yang aku pengen itu memberi nilai lebih di kehidupan aku dan Damar.

Oke, aku cukup banyak berbicara soal memberi value/nilai. Tapi apa sih sebenernya nilai dalam kehidupan kita itu? Tentunya setiap orang akan berbeda dalam mendefinisikan ini, tapi kalau aku boleh sedikit menjelaskan menurut aku. Values atau nilai pada dasarnya adalah hal-hal yang kita percayai penting dan bisa mempermudah kehidupan plus membuat kita bahagia jangka panjang. Contoh: Membeli sebuah baju, beli karena memang baju tersebut belum kita miliki, kita butuhkan, bisa digunakan dalam jangka panjang. Atau mobil misalnya, tapi mobil yang dipilih memang yang betul bisa kita afford (jadi nilai-nya dilihat dari manfaat) bukan terus ambil lease atau cicilan BMW seri terbaru. Kalau carinya yang mobil high class tapi kita sendiri masih kesulitan finansial, itu bukan needs tapi wants. Dan apakah itu menambah value di kehidupan kita?

Ketika hal-hal yang kita lakukan (termasuk yang kita konsumsi) sudah sesuai dengan nilai-nilai yang kita anggap penting, hidup biasanya jadi lebih happy, karena juga akan berefleksi ke tabungan hehe Ini kalau ngomongin nilai-nilai yang berhubungan dengan finansial ya, saat kita bicara soal nilai-nilai personal pun sama, kalau kita tidak menjalankan hidup berdasarkan nilai-nilai tersebut, kita nggak akan happy. Bener nggak?

 

Oke kembali lagi ke finansial.

Satu kunci yang harus kita pegang

 

Spend less money than you make.

 

Karena kita tahu sendiri, aku juga punya pengalaman, berapapun yang kita hasilkan, kalu kita nggak sadar, akun bank kita rasanya selalu punya agenda yang berbeda. Tiba-tiba uang habis aja, no matter how much we get raise. Yang seringnya terjadi adalah saat kita dapat uang, projek sukses, hal yang ingin kita lakukan adalah upgrading (rumah, car, menaikkan lifestyle). Think this way: Kalau kita lebih mindful, hati-hati dalam memilih lifestyle, maka 5-10 tahun ke depan sebetulnya kita akan punya security dan hidup yang lebih baik.

 

Do you notice? Marketing is driven to make us feel we deserve the indulgence. Kita selalu bisa aja menemukan justifikasi untuk membeli sesuatu, karena kita sudah kerja keras dan lain-lain. Tapi kalau kita lihat dari sisi yang lain, dengan kerja keras kita apakah kita deserve to live just paycheck by paycheck? I don’t think so. Kita deserve hidup yang lebih baik dan security di masa mendatang. Kalau kita gak mindful mengkurasi feed sosial media kita, kita akan ngerasa kita harus keep up dan ada ketakutan tersendiri (fear of missing out).

Rich people are rich because they make smart decision. They don’t go out and lease BMW. They don’t rent apartment they cannot afford.

Ada satu hal yang aku ngerasa banget terjadi di society kita, plus aku sering banget denger hal ini. The thing ‘I do not have’. Alasan yang bikin kita pengen beli sesuatu. It’s okay if it’s really needed. But, what often happens is it’s an excuse not to do things. I can’t do this because I don’t have this. Believe it or not, it procrastinates us from our dream. Karena, faktanya adalah membeli sesuatu nggak akan selalu menyelesaikan masalah. Aku punya temen yang ingin membuat video youtube, di awal membeli all the expensive equipments possible, in the end, it leads nowhere, karena ternyata dia nggak seenjoy itu melakukannya dan membuat dia jadi malas membuat video. You see where I am going? Atau kebalikannya, ada orang yang sukses banget jadi youtuber, walaupun di awal hanya menggunakan handphone dan apa aja yang di punya di rumah.

Anyhow, coming more to practice, kesimpulannya begini kira-kira tips dari aku:

 

  1. Be mindful in how we consume and spend. Less on the materialistic things. Put money in what brings you joy
  2. Tentukan dan tulis kebutuhan keluarga juga gaya hidup (arisan, mall, make up dll). Aku pribadi lebih suka menuliskan pemasukan dan pengeluaran satu per satu. Kenapa? Karena dengan menulis, kita jadi sekalian berefleksi mengenai konsumsi kita. Contohnya ‘ya ampun, ternyata aku bayar kopi semahal itu’ atau ‘ternyata dalam sebulan segini total aku jajan diluar’ untuk bulan depan diperbaiki. Saat ini aku menggunakan Template Keuangan Bulanan yang aku buat (downloadable) untuk mencatat cash flow setiap bulannya.

 

3. Jangan terlalu cepat senang-senang. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Karena belanja belanja sesaat, abis itu bingung uangnya kemana?

     4. Give to people who needs, jadi jangan disimpan semua tabungan kalian. Ini hal wajib yang harus dikeluarkan, it’s a need. Dan aku percaya,  berkah dari kebaikan itu akan kembali lagi ke kita Insya Allah

5. Kurasi lah dengan bijak feed instagram dan sosial media kamu

      6. Make more money! Dengan jadi freelancer atau hal yang lain, aku akan bikin blog mengenai ini juga yaaa..

 

Prinsipnya selama cashflow baik, kita juga bisa membuktikan bahwa kita bertanggung jawab dalam mengontrol keuangan dan pada kehidupan kita. Jangan termakan gaya atau trend. Punya sesuatu jangan memaksakan diri. Belum mampu beli yang 1 juta ya beli yang 100 Ribu juga cukup. Belum bisa bayar yang 50 Juta, sanggupnya 5 Juta yauda disitu ajah daripada sulit membayar untuk sesuatu yang sekunder.

Semoga bermanfaat yaaaaa

Hidup Minimalis Zero Waste Journey

Minimalis Zero Waste dan relasi dengan kelola uang

9th July 2019 - 6 min read

Jadi memang dulu aku awalnya hanya nggak pengen ribet dan ngerasa beban karena punya barang banyak, dimana akhirnya mempertemukan aku dengan konsep hidup minimalis/esensialis. Untuk Zero Waste, malah datang tanpa sama sekali berpikir relevansinya dengan gaya hidup yang aku sudah jalankan. Namun lama kelamaan saat melakukan keduanya, aku mengambil kesimpulan bahwa konsep-konsep itu saling berkaitan. Intinya adalah hidup secara berkesadaran. Hanya attract yang menurut kita menambah nilai (value) ke dalam hidup kita. Seperti halnya dalam Zero Waste, berkesadaran dalam mengkonsumsi dengan menimbang terlebih dahulu darimana dan akan kemana perginya sebuah barang tersebut, in which to me, that adds value in my life.

Kalau dihubungkan dengan konsep gaya hidup Zero Waste ada yang dinamakan 5R(+1S).
1. Refuse (menolak)
2. Reuse (menggunakan kembali)
3. Reduce (mengurangi)
4. Recycle (daur ulang)
5. Rot (kompos)
6. Sort (memilah)

Yang ketiga terakhir adalah post consumption, yang ketiga pertama adalah thinking process sebelum kita benar-benar mengkonsumsi. Dalam relasinya dengan kelola uang, kita akan membahas 3R yang pertama tersebut.

Kita hidup di dunia yang nyaman dan selalu sibuk. Tanpa kita sadari, ini sering menyebabkan kita meraih barang-barang terdekat, paling cepat, dan termudah dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak berpikir panjang kembali dan melakukan apa yang ‘normal’nya dilakukan hanya karena orang lain melakukan hal itu.

Sedangkan sebetulnya, ketika kita menjadi konsumen yang lebih berhati-hati, selain membuat hidup menjadi lebih bahagia, juga mengurangi jejak karbon jika dilihat dari sisi lingkungan/ zero waste. Sebagai bonusnya, barang yang dapat digunakan kembali biasanya menghemat uang dalam jangka panjang. Ini bisa menjadi salah satu WHY yang kuat dari melakukan apa yang kalian mau lakukan.

Pada dasarnya adalah…

ONLY BUY AND CONSUME WHAT YOU NEED (and is not packaged with plastic)

Ini beberapa relasi dari hidup berkesadaran dan bijak kelola uang

BERHENTI BELI YANG TIDAK KITA BUTUHKAN

Tapi memang it’s easier said than done, just like other things. Pertanyaan berikutnya adalah gimana caranya membedakan antara kebutuhan dan keinginan? Kebutuhan adalah air untuk minum, makanan untuk dimakan, pakaian untuk digunakan, dan tempat tinggal untuk tinggal. Di sisi lain, keinginan adalah everything else. Keinginan ada di sana untuk membuat hidup lebih enjoyable, (but not necessarily happier).

Life is meant to be lived though. Kita bisa membantu sesama. Kita bisa mencintai diri sendiri by treating ourselves well, tapi treating ini maknanya sangat luassss… Bisa setiap hari setiap detik makan di restoran fancy, beli baju branded, atau simply treating ourselves by buying a nice beautiful long lasting piece of jewelry for once in 10 years. Do it when you can afford to. 

However, for sure, when we have a goal, you’ll think twice about consuming. Whether it’s financial goal or any goal in the lifestyle. So decide what comforts you!

TERHINDAR DARI DISKON
Dengan mindset di atas, jadi terhindar dari tempat perbelanjaan dan diskon karena kita tahu pasti apa yang kita miliki dan yang kita butuhkan. Sering kali, saat ke toko atau happen to be in a mall, aku liat-liatin barang yang dijual disitu. Tapi diputerin aja, dilihatin sambil mikir dan nimbang-nimbang, beli nggak ya, beli nggak ya. Most of the times, aku nggak jadi beli. Kecuali memang sesuatu yang sudah aku incar dari dulu dan memang esensial dalam kebutuhan sehari-hari. Buat aku sekarang, better regret not buying then regret buying, karena aku akan bingung mau diapakan barang itu nantinya. Tips: Buat sebuah section di handphone kamu (di notes misalnya) kalau emang ngerasa pengen banget, list barang-barang itu. Lalu lihat lagi seminggu kemudian, how does it make you feel? kalian berefleksi dari situ apa itu keinginan semu atau memang keinginan yang akan menambah value di kehidupan kalian. Be honest to yourself. Often, you probably even forget to check the list or when you happen to check the list, it reminds you that you actually don’t really need it because you don’t think about it. In this case, delete them. Jangan beli sesuatu karena sedang ngetren atau karena semua orang menggunakannya. You’ll also know saat kamu menunggu dan tidak membelinya secara langsung.

QUALITY OVER QUANTITY
Jadi membeli barang berkualitas yang akan bertahan lebih lama daripada barang-barang murah dengan jumlah yang banyak. Biasanya, beberapa kali pemakaian sudah menjadi usang atau rusak. Jika dikalkulasi jangka waktu panjang akan
menghemat. Di awal kadang memang tertohok dengan harganya, tapi kalau mikir dalam jangka panjang, it is worth it apalagi untuk kita dewasa yang size-nya udah nggak terlalu berubah-ubah. hehe aamiin.

 

Jadi, kira-kira seperti itu manfaatnya. Hidup berkesadaran banyak banget manfaatnya, tapi somehow yang paling diminati adalah topik tentang finansial. Dan aku ngerasain sendiri sih, karena kayanya kalau aku nggak menganut gaya hidup ini, aku nggak akan bisa nabung semudah aku nabung sekarang (well, kemarin pas aku kerja) 🙂

Semoga bermanfaat.

 

to be continued…

Hidup Minimalis

Digital Decluttering

7th October 2018 - 8 min read

Ternyata nggak cuma bersih-bersih rumah dan sekitar aja lhoo yang penting, di era digital ini, kita juga nggak boleh lupa untuk merapihkan handphone, komputer, hardisk yang kita selalu gunakan. Biasanya kita lupa akan hal ini, dan tanpa sadar membuat hidup kita lebih complicated.

Sekarang ini, kita sudah bertransformasi ke everything digital. It’s really a big part of our life. Menjaga device-device ini selalu rapih dan terorganisir bisa ngebantu kita untuk lebih efisien dalam bekerja (dan mencari sesuatu), bisa menggunakan space dengan baik dan juga bisa mengurangi stress level kita saat memakainya. (Iyah, pengalaman pribadi hihi).

Saya itu tipe orang yang saat bekerja nggak selalu rapi dan bahkan cenderung messy, nggak langsung mengorganisasikan secara otomatis. Mindsetnya adalah nanti aja bersihinnya. Contohnya, walaupun sudah mengorganize sesuatu, saya akan mencari cara easy fix saat saya sedang mengerjakannya. Nggak langsung taruh file di tempatnya misalnya.. Tapi at some point akan selalu merasa terganggu dengan keberantakan itu. Rasanya nggak enak, berat dan udah mulai bikin bingung. Nah disitu saya tahu saya harus berbenah.

Semakin kesini saya berusaha untuk nggak sampe ke perasaan keganggu, berusaha declutter plus maintain secara langsung, dan menjadikannya habit.

Ini tips-tips yang saya bisa share untuk berusaha minimalis dengan perangkat elektronikmu.

Turn off Notifications

Biasanya saya switch off suara dan kerasa banget bedanya setelah nggak ada notification. Jadi bisa lebih fokus dan less distracted. Saat denger suara dari handphone, biasanya tangan rasanya nggak kekontrol untuk nggak ngecek immediately (at least for me). Kalau untuk notification yang muncul di layar saya tetap nyalakan karena kadang lumayan handy untuk preview. Untuk scroll dan evaluate quickly mana yang penting. Tapi saat saya sedang harus mengerjakan sesuatu, seringnya saya balik sehingga bagian layar tidak terlihat oleh saya. Juga bisa membantu saya untuk lebih present ke apapun yang saya sedang kerjakan saat itu.

Kadang memang suara diperlukan, saat ada telpon contohnya. Tapi in general, dengan menggunakan device secara sadar, kita jadi bisa menghindari hilang fokus. Cara ini ngebantu saya banget untuk nggak constantly on my phone. That I feel like I have control over it..

Clean up Apps

Pasti ada aja aplikasi-aplikasi di handphone kita yang kita nggak pakai. Dengan milihin dan bersihin, akan ngebikin kita untuk punya assortment aplikasi yang memang berguna dan bener-bener kita pakai dalam keseharian. Jadi lebih gampang ditemukan deh.. Karena lagi-lagi tujuannya adalah simplify our life. Dulu saat saya punya lumayan banyak assortment, saya buat folder-folder berdasar kategori yang memang membantu tapi lama kelamaan saya terganggu dengan terlalu banyaknya kotak-kotak kecil di layar handphone saya. Dan kadang susah juga untuk mencari sesuatu yang jarang saya buka.  Akhirnya saya membersihkan dan hanya keep yang saya benar-benar pakai dalam keseharian. Untuk yang seasonal, saya hanya install saat saya membutuhkan untuk kemudian saya hapus kembali hehe Cara saya mengorganize adalah by color 😉

Regular Clean up

Tiap minggu atau tiap bulan bersih-bersih laptop, handphone dan folder-folder di dalamnya. Foto, file, dokumen.. Di whatsapp contohnya, ada banyak foto-foto yang dishare yang sebetulnya kita nggak perlu atau sama sekali nggak pengen simpan, tanpa kita sadari file itu menumpuk dan memenuhi memori device kita. Why do we keep things that are not even meaningful to us? Things pile up tanpa kita sadari. Kadang di laptop juga kita download-download sesuatu yang nggak berakhir digunakan atau sudah digunakan tapi nggak dibersihkan. Pasti juga banyak foto-foto yang ada disitu juga tanpa kita sadar dan bahkan kita nggak pengen foto itu ada di situ karena sudah sangat lama atau we simply don’t like. Go through it and you’ll sweep quite a lot. 

Jadwalkan beberapa menit untuk melakukan ini. Dan lakukan secara reguler sebelum semuanya pile-up dan bikin jadi males untuk ngeberesin.

Bikin folder

Categorize, label it accordingly… It’ll make your life so much easier.

Jangan taruh di desktop

Hapus dan bersihin desktop kita dan juga pilih-pilih yang mau ditaruh di dock (ini lho yang bagian bawah di mac). This is how my desktop looks like after clean up. Sebagian besar hal-hal lain, saya simpan di dalam hard disk dan itu pun juga dikategorikan tergantung gimana kita mengkategorikannya. Yang paling banyak sih pastinya apalagi kalau bukan foto hehe

Keep 1 or max 2 email accounts 

The fewer email accounts the better. Hindari punya terlalu banyak email account karena akan sulit untuk maintainnya.

Manage your inbox

Nah masalah inbox ini adalah masalah yang sampai saat ini masih menjadi pe-er untuk saya. Saya tipe orang yang nggak bisa liat inbox piling up, semuanya harus bersih. Jadi setiap hari saya selalu menghapus termasuk newsletter-newsletter dari website yang pernah saya subscribe. Sehari ada 50 hanya dari newsletter yang saya langsung otomatis hapus. Kebetulan itu yang paling banyak memenuhi email pribadi saya haha nah pe-ernya adalah: Unsubscribe!!! Caranya adalah, di setiap email bagian bawah adalah pilihan Unsubscribe. Secara legal memang itu harus tercantum disitu. Jadi nggak perlu lagi delete email that we dont even read, want or need. You will just not receive it. Perfect.

Storage

Save a lot of space from computer, bisa pakai cloud juga. Saya juga setiap beberapa bulan sekali memindah foto-foto yang ingin saya simpan dari handphone saya. Dan juga saat saya selesai menggunakan kamera, saya langsung memindah semua ke dalam storage dan menghapus  dari kamera. Kalau saya tunda-tunda akhirnya saya lupa sudah dipindah atau belum akhirnya mungkin saya duplicate yang sudah saya pernah pindah sebelumnya, dll. Sebenernya basic rule-nya adalah dont postpone, just do it right there.

Keep it clean regularly

Disinfecting and cleaning barang yang selalu kita pegang setiap hari. We’ll feel great after a good wipe. Kita akan ngerasa bersih dan soo organized. Penting juga untuk kesehatan kita karena selama ini kita menggunakan jari kita yang nggak tahu sudah pernah mampir kemana aja.

Know when to put it down

Nggak cuma masalah decluttering, tapi juga kita harus tau waktunya untuk put it down dan pay attention what’s around us. Be conscious and aware how much we use our devices. Aware when you need and be present.

Semoga bermanfaat ya tips-nya. Simplify your life!

 

Dreams Hidup Minimalis Life Self growth

Time Management

5th August 2018 - 9 min read

Semakin kesini semakin nyadar bahwa waktu berjalan dengan cepat dan rasanya tuh selalu ngerasa nggak cukup. Ngerasa juga nggak sih kalian? And then you look back and then you question where does time fly, plus checked in on what you have done and you can’t really name what’s worth mentioning? Untuk orang-orang yang banyak kegiatan, biasanya seperti kehabisan waktu dan waktu 24 jam nggak cukup. Yang sudah plan aja masih ngerasa nggak cukup apalagi saat nggak diplan sama sekali. Memang sih sebaik-baiknya ngeplan waktu juga pasti ada aja kan yang tiba-tiba terjadi, tapi seenggaknya dengan sadar akan konsep waktu dan kegunaannya kita jadi bisa less procrastinate.

Pertanyaannya apakah kita sudah nge-plan dengan proper atau bahkan sudahkah nge-plan at all? Let’s reflect dan check out what we have done so far. 16 jam (24 jam-minus jam tidur) itu banyak lho sebenernya. Dan kita bisa fit ini semua yang kita mau lakukan, asal dimanage dengan baik.

Kalau dipikir-pikir step ini juga sangat berelasi dengan konsep hidup minimalis. Step ini akan mengharuskan kita untuk ngelist apa aja yang sebenernya harus difokuskan, instead of  letting the time flows dan hanya ngelakuin tergantung kemana waktu dan challenge membawa. Jadi garis besarnya adalah it’s all about simplifying your life, membuat space untuk hal-hal yang substantial yang harus dilakukan. Untuk fokus ke hal-hal penting di dalam kehidupan kita.

First thing first, untuk kita membuat waktu lebih di dalam keseharian kita, pertama-tama kita harus melihat kemana waktu kita pergi. Kemudian kita bisa kontrol dan meluangkan waktu untuk make things happen. Kuncinya adalah take time to manage your time. Duduk dan organize all in paper or in your digital note (Free Ideal weekly plan yang bisa didownload 🙂)

Caution: Poin-poin dibawah ini hanya sekedar guideline dan beberapa cara yang mungkin nggak sempurna. At the end of the day, semua terserah kalian dan see what works for you! Semoga bermanfaat!

Aku pengen share tips dan tricks yang bisa bikin aku gunain waktu dengan lebih baik. Bukan berarti aku nggak pernah procrastinate, pernah juga, sering bahkan apalagi pas pulang kantor abis makan malem pengennya ngebo aja nontonin youtube sampe ketiduran. But yeah, I do realize, managing time well will clear up more space for side hustle, people, hobbies, study interest and rests, no time for ‘ngebo’.. You’ll fit in more things. 

1. Words vomit

Biasanya aku ngelakuin ini pagi-pagi bangun tidur setelah exercise/yoga dan juga sepanjang hari jika perlu. Kira-kira alokasi waktu 5-10 menit di pagi hari. Words vomit itu menumpahkan semua yang ada di kepala, soal apapun. Apa yang kamu pikirkan saat itu, to do list, gratitude, literally everything. Dengan mengeluarkan apa yang ada di kepala, kita jadi bisa lebih fokus dan efisien dalam mengerjakan sesuatu karena kita nggak perlu takut lupa atau terus mengingat-ngingat sesuatu. Udah diinget-inget bikin nggak fokus, akhirnya lupa juga karena kita semua manusia. Dengan numpahin semua, kepala kita jadi ada space extra untuk ngerjain task secara lebih efektif dan produktif.

2. Make a realistic to do list

To do list adalah senjata saat kita melakukannya dengan benar. Ada masanya dulu aku tulis semuanya termasuk task-task yang nggak terlalu penting hanya karena aku suka sekali rasanya scratch the list karena tasknya sudah accomplished. 

Break down secara besar kemudian dikecilkan. Mulai dari goal besar di bulan itu, kemudian di perkecil ke Ideal weekly plan. Nah ada rule of 3 yang juga bisa dijadikan sebagai acuan. Intinya sih daripada kewalahan dengan tugas yang terlalu banyak di checklist, kamu bisa memilih 3 hal yang paling penting yang ingin dicapai. Ini membuat kita memegang kendali lebih. Tapi 3 tasks ini harus non negotiable, sedang yang lain yang tidak tertulis bisa lebih negotiable. What is something you can let go of or save later?

3. Allocate time

Di dalem to-do list, alokasikan waktu secara spesifik. Seperti 1 jam, 2 jam dst. Kalau perlu, nyalain alarm untuk ini. Pernah sadar kalau biasanya kita wander around nggak? tiba-tiba buka social media, scrolling like there is no tomorrow. Tiba-tiba 5, 10, 15 menit ilang gitu aja.. We lose track on social media. Nah untuk mengurangi kemungkinan itu, coba alokasikan waktu di setiap aktivitas yang pengen dikerjakan di hari itu. Kalau kita alokasikan waktu dengan proper dan realistis, pasti a task will be done accordingly. 

Distraction itu manusiawi pasti terjadi pada siapapun. Don’t fight it, but accept and moderate it. Welcome procrastination and set time for it. Mungkin supaya nggak ganggu, handphone bisa diset airplane mode, atau block social media di komputer yang sering dibuka.. Kadang saking udah jadi habit, jadi unconcious saat melakukannya. Kalau udah gini mungkin waktunya social media detox 🙂

Ada juga Pomodoro techniqueThe Pomodoro Technique adalah filosofi manajemen waktu yang bertujuan untuk memberikan fokus maksimum dan balance dengan fresh mind, sehingga memungkinkan mereka untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dengan kelelahan mental yang lebih sedikit. Prosesnya sederhana banget, untuk setiap proyek sepanjang hari, anggarkan waktu untuk bekerja atau mengerjakan task, kemudian  beristirahatlah secara berkala. Jadi contohnya, setup 25 menit untuk kerja, kemudian 5 menit break. Check out for more detailed information in here

4. Dengan kata-kata verb atau actionable

Gunakan action words di to-do list biar otak jadi bisa memvisualisasi untuk encourage kita bergerak melakukannya. Contohnya saat harus belajar, tulis pagesnya, chapternya dan buat sespesifik mungkin.

5. Focus and don’t constantly switch to another tasks

6. Staple activities

Multitasking itu sebenernya kurang baik, tapi yang ini menjadi pengecualian. Kita juga pengen baca buku, tapi pengalamanku pribadi aku ngerasa bersalah karena membaca buku juga membutuhkan waktu sedangkan we are just still. Jadi kaya diem aja nggak ngapa-ngapain padahal baca. Supaya tetep bisa nambah ilmu, cari sesuatu aktifitas yang mindless atau nggak perlu mikir. Kemudian bisa denger podcast atau audible atau blinkist. Ketiganya adalah cerita yang berbentuk audio.

Podcast itu free, bisa ditemukan di aplikasi-aplikasi handphone kalian. Di podcast siapapun bisa bikin channel masing-masing kemudian dishare di apps dan siapapun juga yang punya aplikasi ini bisa mendengarkan. Karena siapapun bisa bikin, aku biasanya ke podcast saat aku sudah tau pasti jelas bahwa seseorang yang aku suka memang ada di podcast atau ada subjek tertentu yang kamu pengen denger. Most of the times I had a good experience with this. Tapi karena bentuknya podcast, jadi mirip-mirip youtube atau radio gitu, topik kontennya ada tapi tapi tidak terlalu terstruktur dan suka-suka yang bikin.

Audible ini punyanya amazon yang gratis di bulan pertama tapi berbayar 15 euro/ bulan di bulan-bulan selanjutnya. Menurut aku, it’s super worthwhile. Mengajak untuk selalu belajar akan sesuatu yang baru tiap bulannya. Karena as I said, baca buku biasanya ada aja excusenya, yang ngantuk lah, yang wasting time lah, etc. Dengan audible, kita bisa ngedengerin kapan aja kita pengen, saat lagi nyetir, di public transport, lagi masak dll. A little suggestion: use this apps to listen to something that is relatively easy to follow. Jangan buku-buku kaya sapiens, the theory of earth or things like that. Because the chances are, you have to sit and listen to it focusedly anyway and then you better read a book 🙂

Blinkist ini adalah apps yang merangkum key lessons dari  buku-buku non fiksi selama 15 menit atau kurang. Jadi dalam 15 menit, kita belajar sesuatu yang baru. Aku sendiri belum pernah nyoba apps yang ini, tapi reviewnya bagus banget. Again, ini preferensi yaaaa. Jadi kalau emang nggak tertarik, yaudah nggak usah. Sama seperti Audible, Blinkist ini juga menawarkan free first month trial.

Selain itu bisa juga save tontonan untuk ditonton saat kita lagi digym. Cari sesuatu yang bisa diincorporate dengan sesuatu yang mindless atau nggak perlu mikir. Niscaya, waktumu akan lebih efektif.

 

If we don’t schedule things, things will not happen. Take your time to sit down, relax and schedule your day, week, month, or year 😀

Hidup Minimalis

Tips untuk nabung!! 50 juta dalam setahun

22nd July 2018 - 6 min read

Uang itu gampang banget untuk dikeluarkan tapi susah untuk disimpen. Walaupun begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk bisa simpen uang lebih banyak lagi. Di post kali ini saya pengen share beberapa money saving tips yang yang saya lakukan sendiri beberapa tahun belakangan. Dan saya bisa menyimpan 200-500  euro dalam sebulan yang berarti kalau dirupiahin sekitar 2jt-5 jt dan kalau dikali dalam setahun bisa jadi 30-60 juta hanya dari melakukan hal-hal ini. It’s based on my experience and things that I cut down on, might not work for everyone though 🙂 Hope you can pick away something that can resonate with you.

Hampir semua hal disini saya bisa lakukan karena saya mengubah lifestyle saya. Waktu saya masih sekolah/kuliah dulu, I had so many temptations especially karena lingkungan yang membuat saya merasa peer-pressured. Sekarang saya sudah nggak berada di lingkungan itu dan bisa menjadi diri sendiri. Apa yang kita keluarkan setiap hari walaupun sedikit, it will adds up.

Sebenernya, uang itu pasti akan terpakai juga akhirnya, but on something more essential, important dan priority. We can help more people, we can travel etc.
Okayy let’s start, 
ini adalah beberapa hal yang udah saya cut down beberapa waktu belakangan inii 🙂

  1. No TV – no cable TV(500rb-1jt/month): Buat Damar dan saya hiburan nggak datang dari nonton TV, kalaupun misalnya ingin nonton sesuatu there’s youtube, there’s netflix, there’s streaming. Jadi kita nggak terlalu butuh. Malah saya propose pengennya jual aja TV yang udah ada. Karena makenya bisa banget dihitung, hanya kalau ada tamu yang berkunjung atau menginap di rumah.
  2. I do not eat dinner out as often (1 jt/month): At least 2 times sebulan lah and when we do go we don’t go crazy.. 🙂 Get the main course and be content with that. Kita lebih sering bereksperimen di rumah, masak makanan yang kita belum pernah bikin dan having quality time together. It’s the best. Abis itu, if we feel like it, we take a walk outside and just talk and be grateful for the day. I do however, masih beberapa kali sebulan 2x paling nggak sosialisasi dengan teman dekat/kolega, karena bahwasanya hidup harus seimbang dan networking itu perlu 🙂
  3. No buying water – bringing bottle everywhere (100rb/month) Minuman yang paling sehat ya air putih. Tiap ke restoran, saya seringnya minta air putih, plus di Belanda air gratis karena bisa ambil dari kran. Saat bepergian, beberapa kali saya ngegampangin karena bisa beli, dan selalu nyesel saat nggak bawa botol minum sendiri.
  4. Ngurangin red meat,(200rb/month) : Karena alasan lingkungan dan kesehatan, kami memang sudah sangat mengurangi red meat. Dan memang lumayan kan bisa nyimpennya kalau nggak dipake untuk beli red meat. Kita gantinya dengan tahu tempe ayam atau ikan.
  5. I do not drink out – coffee – tea, no cafe (150rb/ month) : Kita biasanya minum santai di rumah, bisa pilih minuman dan bikin sendiri. Juga dengan suasana lebih homey. Saya nggak ragu untuk mengundang temen ke rumah daripada keluar. Saya juga sudah nggak pernah take away minum lagi.. dont have that as a satisfaction anymore.
  6. Weekly groceries / Meal planning(200rb/month): Kalau yang ini banyak sih manfaatnya selain bisa nyimpen uang juga bisa avoid food waste. Belanja jadi lebih efektif dan efisien.
  7. No longer spend to shoes, etc see if I want to buy no impulse purchases (200rb/month): Sekarang sangat concious untuk belanja, kalau nggak beli baru tapi bener-bener research kainnya, kalau nggak linen ya organic cotton. Atau beli 2nd hand 🙂 Masih berusaha yaaa, not 100% there yet yang jelas sudah sangat sangat kurang dari nafsu belanja jaman dulu.
  8. No movie theater (100rb/month): Ini juga hal yang kita sama sekali nggak pernah lakukan selama ini hahaha somehow kita lebih ngerasa content when we travel or do something new. We do read and learn though, tapi nggak dari movies. Saya kadang masih longing saat ada film yang bener-bener saya pengen nonton model-model yang based on true story gitu, tapi biasanya akhirnya nunggu streaming (sorryyy..)
  9. No longer buy extended cleaning products, no disposable stuff (50rb/month): Masih ada kok sisa-sisa cleaning yang jaman dulu dan masih dipakai. Tapi ke depannya, cleaning product akan hanya disekitaran vinegar, lemon, baking soda dan essential oil. Amaaaaan sehat dan hemat
  10. No conventional face pad and menstrual pad (100rb/month): Sekarang pakai selang seling antara menstrual cup atau cloth pad. Face pad sama sekali nggak pernah pakai karena saya mengubah cleaning routine ke oil yang setelahnya diusap dengan handuk hangat dan soap. Jadi nggak perlu pad lagi 🙂
  11. Cut my own hair (30rb/month average): Yes yes sudah 2-3 tahun belakangan rambut saya selalu dipotong sendiri dirumah, biasanya minta bantuan Damar sih. So we cut each other’s hair. I am happy with it so far 🙂 Karena somehow aku nggak terlalu ngerasa worth it tiap potong rambut di salon.
  12. I don’t use drier untuk nyuci. Clothes last longer (100rb/month): Lebih murah untuk listrik dan untuk nambah umur jangka panjang pakaian. Juga it’s better for the environment.
  13. I don’t buy snacks (100rb/month): Nggak ngerasa pengen atau butuh biasanya.. jaraaaaaangggg super jaraaaang banget hampir nggak pernah. And I dont long for that 🙂
  14. I dont go for gym or yoga classes anymore (500rb-1jt/month): I work out at home. Lebih flexible, pakai youtube aja.. All you need is mat and tablet/laptop for opening youtube.

Belgium Hidup di Belanda Hidup Minimalis Life Travel

Caravan Trip to Ardennes

8th April 2018 - 9 min read

Akhir pekan lalu adalah akhir pekan yang panjang karena libur paskah. Keluarga saya dan keluarga kakak saya memutuskan untuk menyewa camper van untuk perjalanan ke Ardennes, Belgium. Ardennes adalah sebuah region yang terdiri dari wilayah hutan yang luas, medan yang naik turun, bukit yang terbentuk dari fitur geologis pegunungan Ardennes dan cekungan sungai-sungai yang mengelilingi. Perjalanan dari Den Haag tempat kakak saya tinggal memakan waktu sekitar 4 jam. Damar dan saya sudah lama sekali ingin berlibur menggunakan camper van dan begitu pula kakak saya. Perencanaan trip ini lumayan last minute, tapi semuanya berjalan dengan baik.

Soal camper van, katanya setengah populasi orang di Belanda ini punya camper van lho. Makanya jadi pengen nyoba the hype, apa sih yang bikin orang belanda seneng dengan kegiatan ini. Salah satunya ya karena bisa memboyong rumah mereka kemanapun mereka pergi dan tentunya faktor pelit/hemat 😛

Kami bertujuh, 5 adults (saya, damar, adek kami, kakak saya, suaminya) dan 2 anak kecil (anak-anak kakak saya) untuk camper bermuatan 6 orang. Untuk perjalanan pertama menggunakan camper, rasanya semua menyenangkan walau di awal-awal kami perlu benar-benar harus cek bahwa barang di dalam camper aman dan tidak akan bergerak mengikuti laju camper. Kami berangkat pukul 5 sore karena memang peraturan dari camptoo.nl dimana kita menyewa camper, camper hanya boleh dijemput di atas pukul 3 sore. Kebetulan camper yang kami pilih berlokasi di luar kota, jadi perjalanan penjemputan sendiri sudah cukup lama. Camptoo ini kurang lebih memiliki konsep sama dengan snapcar atau airbnb, jadi campernya milik orang dan disewakan saat tidak digunakan.

Di jalan lumayan mati gaya karena nggak bawa banyak mainan. Untung saya bawa buku dan earphone jadi bisa dengar podcast saat yang lain tidur. Setelah 5 jam di jalan, akhirnya kami pun sampai di camping site yang kami sudah book sebelumnya, namanya Parc La Clusure yang terletak di Bure (Tellin). Pemiliknya orang belanda, kami memutuskan menginap disitu karena ratingnya yang bagus plus tempatnya yang friendly untuk anak-anak. Fasilitasnya termasuk kolam renang, play ground di banyak titik, dan lain-lain. Setelah sampai, reception-nya sudah tutup tapi bisa bel dan salah satu dari kru mereka keluar untuk membantu kami cek in sekaligus menjelaskan hal-hal standar soal camp site mereka. Servisnya bagus dan ramah sekali..

Hal pertama yang harus dilakukan saat sampai di camping site adalah mengisi air dan menyambungkan ke listrik. Tujuan untuk mengisi air adalah untuk heating, kamar mandi, dapur, sedangkan menyambungkan listrik adalah untuk penerangan dan juga kulkas (yes mbak Vicka sudah menyiapkan banyak makanan yang pre-cook dari Belanda, jadi bisa runyam kalau sampai bermasalah dengan ini). Listrik oke, karena bisa dengan mudah dicolok di parkiran camper. Tapi karena hari sudah gelap, kami memutuskan untuk tidak pergi ke camper station untuk mengisi air toh juga karena kebetulan tempat sanitasi dekat sekali dari tempat parkir kami. Saat itu kami tidak tahu bahwa air juga berhubungan dengan sistem pemanas. Alhasil, semalaman kami mengginggil kedinginan, untung beberapa dari kami membawa sleeping bag. Lesson learned: Always consider these things! dan karena ini bukan camper kami sendiri, selalu make sure gimana cara kerja hal-hal esensial seperti ini.

DAY  1

Kami bangun lumayan siang hari itu, kayanya masih kecapaian dari perjalanan panjang. Note: Kita nggak boleh tiduran di kasur selama perjalanan walaupun kasurnya lega dan keliatan enak banget ditidurin. Dan karena ada 2 anak-anak yang wajib pake car seat, akhirnya saya, Damar dan Giras duduk dempet-dempetan di kursi yang seharusnya buat 2 orang hahaha. Lelah lah rasa otot-ototnya. Sekitar pukul 09.30 pagi, kami mulai beraktivitas, ada yang mandi, isi air, siapkan makan dll.

Aktivitas hari itu adalah HIKING. Dan ternyata daerah di camping site itu indah sekali, tipikal keindahan Ardennes. Mereka punya rute khusus sejauh 4 km (still okay for kids – Mbak Qila sama dek Dina itungannya hebat, harus selalu disemangatin). Dan kami pun mengikuti rute itu. Bagus banget nget nget ngettttt. Serasa kaya di New Zealand. Beruntung banget pagi itu cuaca cerah dan matahari nggak malu-malu keluar.

Total kira-kira kami berjalan sambil menikmati selama 2-3 jam. Nggak lama setelah kami sampai kembali di camping site, hujan mengguyur dan nggak berhenti-berhenti sampai malam.

Tips: Bawa bekal (minum dan makan), maps, dan extra sunscreen. Rute 4km is super worth it!

DAY 2

Kami berencana ke kota sebelah yang bernama Rochefort yang nggak kalah cantiknya. Disitu terletak gua Grotte de Han yang masih aktif (masih membentuk stalaktit dan stalakmit, juga ditinggali tumbuhan dan binatang) dan menarik sekali karena perjalanan ke gua-nya harus dengan kereta (sudah termasuk di harga tiket). Gua itu adalah hasil dari erosi bawah tanah bukit batu kapur oleh sungai Lesse. Di dalamnya sepertia sungai berliku-liku. Di area ini nggak hanya gua dan jalan kereta yang menarik tapi juga hutannya karena kita bisa melihat banyak binatang-binatang (tiger, babi hutan, beruang dll) yang pastinya dipagari tanpa menghilangkan habitatnya. Safari ini bisa dilakukan berjalan kaki ataupun dengan kereta. Juga ada playground besar untuk anak-anak main. Semuanya happy! Hanya saja hari itu hawanya dingiiiin, sampai saya kembung hahaa.

Caravan-Trip-Ardennes-Hiking

Main di playground

Kami kembali ke penginapan sekitar pukul 7 sore dan dilanjutkan dengan makan dan istirahat untuk siap-siap bangun pagi keesokan harinya. Rencana keesokan hari adalah berfoto dengan camper van di salah satu titik tinggi untuk menunjukkan keindahan alamnya. Kami semua harus bergegas karena peraturan camptoo untuk pengembalian adalah selambat-lambatnya pukul 12 siang. Itu pun kami terlambat dan hasilnya dicharge ekstra satu hari. Peraturan tetep peraturan, ah yasudahlah.. yang penting kami semua have fun!

Tips: Beli tiket di tempat kamu menginap karena lebih murah dan tidak perlu antre.

Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han Caravan-Trip-Ardennes-Grotte-de-Han

Rincian biaya pengeluaran (4 hari 3 malam, 6 people*)

Sewa Camper Van                  : €231
Denda keterlambatan            : € 72
Bensin                                       : € 100
Makan                                       : € 50
Camp Site                                 : € 180
Cave entrance (+safari)         : € 155
Total                                       : € 788

Biaya per hari per orang        : € 43,7

*2 kids dihitung jadi 1

Tips and trick

  • Siapkan makanan dan bahan makanan, kelebihan dari camper van adalah nggak ada maksimal bawa barang. Jadi bebas! Meal planning dan meal prep play a big role untuk berhemat uang dan waktu.
  • Cek cuaca untuk bersiap bawa perbekalan. Sleeping bag akan sangat berguna di waktu-waktu dingin in case heater-nya mati. Kalau cuacanya bagus bisa bawa barbeque, kalau cuacanya jelek bisa bawa ekstra peralatan bersih-bersih haha
  • Bawa lighter untuk menyalakan kompor.
  • Bawa mainan atau time killer (ipod, buku, dll) untuk road trip.
  • Bawa bantal, sprei dan selimut
  • Siapkan wadah untuk sampah
  • Untuk reduce sampah plasti di perjalanan dengan camper: Bawa masing-masing botol minum, cuttlery dan kotak makan untuk bekal. Karena untungnya di dalam camper kami sudah tersedia peralatan makan.
  • Di camping site kami, wifi hanya bisa digunakan oleh satu orang. Bisa bawa router untuk memecah wifi.
  • Pergilah dengan orang yang kamu nyaman, karena lingkupnya bakal disitu-situ aja. Gak banyak tempat untuk escape. So bringing intimate friends or family adalah pilihan yang baik.
  • Bawa sabun cuci piring dan sponge-nya!!!

All in all, it was a very cool experience!!! Selamat mencoba!! I’d say this is one of the things to do before you leave Netherlands 😉

Culinary Hidup Minimalis Life Zero Waste Journey

Current Obsession – Teh jahe lemon

25th March 2018 - 3 min read

My current obsession nowadays adalah Ginger Lemon tea atau teh jahe lemon. Awalnya gara-gara liat salah satu blogger/vlogger/business woman favorit saya, Mimi Ikonn yang selalu minum Ginger Lemon tea. Jadi terinspirasi karena sebenarnya dua hal ini adalah dua hal yang selalu ada di rumah. Awalnya saya ngira minum teh ini setiap pagi hanya untuk menyegarkan diri. Super mudah untuk dipersiapkan, tetapi juga memberi banyak manfaat kesehatan. Dan begitu baca manfaatnya, saya lebih yakin lagi untuk mencoba dan menjadikannya rutin. Dan ternyata enakk.. Awalnya saya taruh jahenya pelit2 gitu, tapi ternyata jahenya kurang kerasa. Setelah saya ambil agak gedean plus digeprek, rasa jahenya lebih keluar dan enak banget di tenggorokan. Dan satu lagi saya tambahin madu..

Benefitnya*:

  • Meringankan gejala pilek dan flu. Semua bahan ini memiliki kualitas obat alami mereka sendiri dan ketika dikombinasikan akan menjadi teh yang menenangkan dan santai yang dapat meredakan gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Jahe bisa membantu mencegah pembekuan darah dan mengurangi kolesterol. Ini dapat membantu melawan penyakit jantung, di mana pembuluh darah menjadi tersumbat dan menyebabkan stroke atau serangan jantung.
  • Jahe dapat membantu mencegah atau mengobati muntah dan mual. Ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang terkait dengan perut. Bisa meringankan perut yang upset.
  • Ketika ditambahkan ke teh, jus lemon dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Jus lemon adalah sumber vitamin C yang baik, vitamin yang larut dalam air yang membantu menyembuhkan luka dan memperbaiki serta memelihara tulang dan gigi. Sebagai antioksidan, vitamin C membantu melawan molekul jahat yang disebut radikal bebas yang merusak DNA dan dapat berkontribusi pada pengembangan masalah kesehatan, termasuk kanker, arthritis dan penyakit jantung.
  • Untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Lemon mengandung bioflavonoid yang membantu mempertahankan kadar vitamin C yang cukup di setiap sel tubuh Anda.
  • Improves mood and concentration
  • Helps improve liver function
http://www.stylecraze.com/articles/benefits-of-lemon-ginger-tea-for-skin-hair-and-health/#gref
http://healthyeating.sfgate.com/health-benefits-ginger-lemon-honey-tea-10658.html
http://www.vegkitchen.com/tips/
https://www.organicfacts.net/health-benefits/beverage
Hidup Minimalis Zero Waste Journey

Hal-hal yang saya berhenti membeli

25th March 2018 - 6 min read

Beberapa barang yang saya sudah nggak lagi beli, karena saya sadar itu sebenernya nggak terlalu penting dan butuh untuk saya. Dan mungkin juga nggak terlalu kalian butuhkan. Karena bahwasanya hidup secukupnya itu enteng dan membahagiakan….

 1. The “shoulds”

Banyak miskonsepsi soal apa yang membuat rumah menjadi ‘rumah’. Seperti harus ada TV, CD player, PS, harus punya banyak macam sprei, sandal rumah, gelas piring fancy untuk tamu dll. Dont buy things because you SHOULD. Well I did it and I learnt from it. Hanya soal waktu kami akan menjual tv di rumah kami. Karena intensitas pemakaian hanya sedikit dan di waktu luang biasanya kalau nggak sibuk dengan laptop kami masing-masing, kami keluar rumah atau have people over untuk ngobrol.

Soal bathrobes, sprei, lap dan lain-lain, to be honest dua itu cukupWith a good quality ones, karena yang kita perlukan hanyalah pengganti saat yang satu lagi dicuci. That is all! Bener nggak? And dont buy things that won’t last. Go for a better quality.

2. Duplicates

Lima gunting, dua peelers, dua handphone (yang mungkin satunya udah nggak kerja), empat bathrobes. Seringnya kita beli barang baru tanpa clear out dulu barang yang lama (yang udah rusak atau bahkan yang kita nggak tau di dalam rumah). Kadang kita mikir, ah saya nggak punya gunting, padahal ada dan kamu lupa karena jarang banget dipake atau mungkin kamu kira hilang. When you have less stuff, this thing won’t happen.

Kalau misalnya ada barang di rumah yang udah rusak, throw it or better yet find another home for it before you get a new stuff.

3. Spur of the moment – Diskonan

Dulu jaman kuliah, saya kerjaannya berburu diskonan. Masuk ke toko nggak jelas apa yang mau dibeli, justifikasi bahwa saya memerlukan sesuatu yang sebenernya saya nggak perlukan demi kebahagiaan sesaat. Hafal banget waktu-waktu diskon pada jamannya mulai dari H&M, Zara, River Island, dan macam-macam toko lainnya. Sekarang saya udah sama sekali nggak ngerti kalau ditanya sama mama (karena mama suka sekali dengan fashion dan bajunya buanyak banget – kemungkinan besar memang saya ketularan hehe). Dan saya nggak ngerasa terbebani dengan pakai barang-barang sama setiap hari. Mungkin itu salah satu kelebihan tinggal di luar negeri karena social pressure yang rendah, walaupun akhirnya saya percaya itu semua pilihan ya. Saya beruntung bisa adapt dengan kebiasan yang menurut saya baik ini.

Untuk tetap mendapatkan diskonan, biasanya saya list barang yang saya dan Damar perlukan. Biasanya kalau ini menyangkut barang-barang yang tingkat ke-urgensi-annya rendah seperti jaket gunung, alat camping, baju dalem dll. Saya termasuk tipe orang yang pemikir banget kalau beli-beli sesuatu kadang suka kesel ke diri sendiri karena jadi lama banget kalau harus belanja atau milih sesuatu, tapi sebenarnya itu blessing in disguise karena saya selalu mikir berkali-kali untuk membeli sesuatu yang baru. Akan banyak pertimbangan sekarang-sekarang ini untuk membeli sesuatu yang baru.

4. Cleaning products

Banyak macam-macam tipe pembersih. Perusahaan-perusahaan itu menciptakan perbedaan ‘fungsi’ untuk berjualan, bukan karena kita perlu. I stick with standard all purpose cleaning (vinegar – resep disini) dan pembersih untuk marble+batu.

5. Ingredients buat di dapur yang nggak ngerti kegunaannya

Being adventurous is nice. Ini bicara pengalaman banget sih, karena kalau ke toko kadang liat barang diskonan dan mata jadi ijo walaupun nggak ngerti barang itu buat apa. Jadi sekarang biasanya saya beli yang super basic, food ingredients I know I will use. Karena akhirnya akan berakhir di tong sampah saat sudah kadaluarsa. Saya jadi inget punya garam masala yang harus saya pakai sebelum kadaluarsa. Dulu beli ini karena it sounds really indian dan padahal untuk bikin makanan india nggak harus selalu perlu spice itu. Always do a proper research before picking things up from Supermarket shelves. 

6. Fancy tech things

Kalau kalian perlu hal ini untuk pekerjaan kalian, it’s okay. Karena barang itu akan serves its purpose dengan baik. Tapi kalau nggak butuh dan bahkan nggak tau cara pakainya, baiknya dihindari. Kalau kalian nggak terlalu into photography, why buy something expensive. Maksimalkan apa yang kita punya dulu, mungkin dengan Iphone dan belajar dari situ dulu sekalian mencoba apakah kita bener-bener suka dengan itu.

7. Fun Kitchen Gadget

They’re fun, but how often do we use it. I also stop giving people that.

8. A million make up products or brushes

Make up di tas make up saya hanya ada eyeshadow pallete, blush on, eyeliner, concealer, lipstik, mascara dan brush untuk eyeshadow. Udah itu aja dan nggak berencana untuk beli lebih. Semuanya satu kecuali lipstik (4 biji), because why do you need more? 

Indonesian minimalist

Semoga menginspirasi untuk lebih selektif mengurangi barang dan fokus ke what is important 🙂