Browsing Tag

Less waste journey

Zero Waste Journey

Resep Vegetable Broth

20th February 2018 - 4 min read

Hello hello..

Weekend kemarin ribet jadi nggak sempet nulis blog. Sabtu kemarin seharian bantuin kakak saya (dia tinggal di Den Haag) buat pindahan rumah. Niat baiknya sih masih tetep nulis blog (belajar konsisten) tapi energi nggak cukup yaaaa hehe dan waktunya juga kurang fleksibel..

Kemarin sempet mikir-mikir mau share apa yaa minggu ini.. terus kepikiran beberapa waktu lalu saya beli broth sayur jadi (itu lho kaya kaldu blok atau kaldu di kaleng, tapi dari sayur-sayur sebagai pengganti hewani). Setelah di rumah, saya jadi inget kalau dulu pernah sempet lihat resep broth sayuran dimana gitu. Lumayan banget untuk menghemat dan mereduksi sampah plastik/alumunium, saya jadi niat pengen bikin broth saya sendiri. Sebelum googling, rasanya kok sayang yaaa buang-buang sayuran gitu karena setelah direbus harus dibuang. Tapi setelah googling jadi tahu bahwa biasanya yang dibuat kaldu sayur itu malahan bagian bekas-bekas atau sayuran yang sudah menguning atau terlupakan. Nah kebetulan kemarin saya ada seledri, wortel dan tomat di kulkas yang kondisinya sudah nggak terlalu baik alias sudah hampir layu.  Kemudian terjadilah AHA moment yang membuat saya tergerak untuk bikin.

Membuat kaldu di rumah bisa menghemat tiga hal: membuang sayuran yang sudah layu, hemat uang untuk membeli kaldu, dan mereduksi kemasan-kemasan yang nggak perlu.

Resep Vegetable Broth

This is how: Di akhir minggu, cek sayuran-sayuran di lemari es yang mulai menguning. Atau bisa juga simpan sisa sayuran seminggu di container, seperti bagian bawah wortel, paprika, cabe, isinya tomat (yang biasanya suka dibuang), batang kangkung, dll sampai agak banyak untuk direbus sama-sama. Kemarin saya menggunakan bawang putih, bawang bombay, seledri, sisa tahu dari makan malem, wortel, tomat, dan batang sawi. Bisa ditambah seaweed dan jamur kalau ada, bayanginnya kayanya enak. Saya tumis dulu dengan olive oil supaya lebih beraroma dan rasanya lebih keluar. Kemudian isi panci dengan air, sedikit garam, merica dan kecap asin tutup. Biarkan mendidih selama satu jam atau sampai rasanya beraroma.. Saring ampasnya kemudian disimpan di botol atau gelas kaca untuk disimpan di kulkas selama paling nggak seminggu. Kalau mau lebih tahan lama, bisa disimpan di dalam freezer.

Gampang banget kan dan gratis! Biasanya yang suka masak dirumah akan selalu menyisakan batang-batang sayuran, bagian atas bawang, kulit bawang, dll. Daripada masuk ke sampah, ini bisa dimanfaatkan untuk bikin masakan kita jadi lebih flavourful. Kalau misalnya bahan-bahan (sisa) ini terasa kurang untuk dibikin vegetable broth, bisa dimasukkan ke freezer dan dibikin bersama-sama saat bahannya sudah cukup.

Resep Vegetable Broth

What to make from vegetable broth: Nggak perlu hanya dibikin sup, tapi bisa untuk merebus kacang-kacangan juga atau untuk buat saus. Rasanya akan lebih gurih daripada dengan air biasa. Selain itu bisa untuk bikin risotto, pasta, couscous, mashed potato, dan lain lain. Saatnya berkreasi…

Manfaatnya: Selain berlaku baik untuk lingkungan tapi juga bagus untuk immune boosting dan penambah vitamin, mineral dan nutrisi dari apa-apa yang terkandung dari bahan yang dipakai. Dan pastinya nggak pake pengawet, jauh lebih sehat daripada beli di supermarket.

Selamat mencobaaaaa!!

 

Hidup di Belanda Hidup Minimalis Zero Waste Journey

Toko bekas – A way to reduce waste

20th January 2018 - 6 min read

Ketika saya memutuskan untuk lebih concious mengurangi sampah, maka saat itulah saya tahu bahwa saya pun harus merubah kebiasaan belanja saya. Baik itu pakaian atau barang-barang rumah tangga.

Di Belanda ini pengolahan barang bekasnya relatif teratur, bahkan ada toko-toko bekas yang dikelola pemerintah. Selain yang dikelola pemerintah, banyak juga yang dikelola perseorangan. Bentuknya pun beragam, dari yang serba murah sampe yang curated dan fancy yang harganya di atas rata-rata barang bekas. Biasanya pilihan pertama untuk menyingkirkan barang-barang adalah titip jual ke platform-platform online. Cara lain dan biasanya cara terakhir adalah kalau nggak donasi, bisa drop ke second hand shop (secara cuma-cuma). For your info, di Belanda barang-barang yang ditaruh di donation bin (ada dimana-mana di Belanda khususnya untuk tekstil) suka end up ke toko bekas juga tapi pemerintah minta bagian untuk kemudian uangnya diputar kembali. Tujuan akhirnya tetap untuk kesejahteraan rakyat mereka, terutama yang kurang mampu. Karena toko bekas itu adalah source terakhir, jadi pilihan barang-barangnya memang nggak semua bagus, tapi kalau teliti dan beruntung bisa dapet barang yang keren dan unik yang nggak pasaran.

Impression dari toko bekas biasanya dari baunya, yang agak berdebu-debu sedep gitu. Which is orang-orang kebanyakan nggak prefer. Tapi kalau dipikir-pikir, agak sedih juga yaa bahwa orang-orang (termasuk saya sendiri) mengasosiasikan bau plastik dengan hal baru. Tapi itulah realitanya dengan konsumerisme jaman sekarang, orang lebih suka berbelanja di toko yang berbau plastik karena baunya berhubungan dengan hal baru. Menurut saya bau toko bekas itu kayak rumah yang udah nggak ditinggalin lama which has so many history in it. Kalau kata ‘bekas’ agak annoying, sebut aja ‘vintage‘. Somehow, reputasi kata ‘vintage‘ lebih baik dari kata bekas 🙂

Pergi ke toko barang bekas bisa bikin kerasa overwhelming bagi banyak orang (termasuk juga saya dulu) tapi saya punya beberapa pengalaman belanja bekas yang terbilang lumayan sukses, jadi saya akan bagikan tips-tipsnya. Beberapa hari yang lalu saya dapet tea pot lucu banget yang selama ini saya idam-idamkan heheh.. Yang paling saya sukai dari belanja di toko bekas adalah bisa berburu yang unik-unik, harga minimal, dan ngurangin carbon footprint.
Semoga bermanfaat yaaa..

  1. Dateng dengan tujuan

    Pas saya kuliah dulu saya suka mengunjungi toko second hand/toko bekas/thrift shop atau dalam bahasa belanda kringloop. Dulu pas masi pecicilan gitu alesannya cuma satu, pengen lihat-lihat dan kalau ada yang bagus pasti beli (padahal gak butuh). Akhirnya barang-barang itu cuma kepake sekali, 2 kali dan jadi piled up di rumah. Dateng tanpa tujuan hanya akan bikin overwhelmed dan berpotensi terjadinya impulsive buying. Jadi, jangan beli cuma karena murah. Kalau bisa, list barang-barang yang perlu dan jangan keburu-keburu. Disitulah art-nya belanja di toko bekas.

  2. Tentukan Budget

    Tentukan harga dari barang yang kamu beli. More or less nggak masalah. Bikin budget dari awal bakal ngerem kita untuk beli barang keburu-buru.

  3. Cuci dulu sebelum pakai

    This is a rule of thumb yang harus kudu banget dilakukan demi kebersihan dan antisipasi gatel-gatel.

  4. Puterin tempatnya yang lama, take your time

    Toko barang bekas penuh dengan harta karun tersembunyi yang kita nggak mau lewatin gitu aja.

  5. Don’t be afraid to walk out empty handed

    Remember, secondhand shopping takes time, dedication and patience. Tapi apapun itu, jangan takut keluar toko tanpa barang. Satu barang yang bisa dipake berkali-kali jauh lebih baik daripada beli 3 barang yang cuma akan dipakai sekali.

  6. Keep an open mind. 

    Kadang lingkungan memberi dampak ke bagaimana sebuah barang akan terlihat. Beri kesempatan dan lihat secara teliti barang-barang yang ada di depan kamu. It might be a big treasure without being noticed.

  7. Bawa tas kain gede

    Biasanya toko bekas nggak nyediain ‘cart’ atau trolley. Jadi tas kain gede akan berfungsi sebagai keranjang. Ini akan bikin kalian bisa lebih fokus berburu daripada harus bingung taruh barang di lengan.

  8. Pakai baju yang lumayan ngepas

    Mungkin untuk yang berjilbab bisa pakai baju pas di dalem kemudian baju yang gedenya diluar. Jadi gampang lepasinnya. Supaya gampang nyoba-nyoba dan ga perlu bolak balik ke kamar pas. Walaupun sampai saat ini belum pernah ke toko bekas yang ada kamar pasnya. Juga pakai sepatu yang gampang pakai lepasnya untuk coba-coba.

  9. Check the size and tag carefully

    Thrift stores terima banyak donasi dari orang-orang, bisa baru ataupun lama. Jadi ukurannya bisa dari negara beda-beda dan ukurannya pun juga beda-beda standarnya. Walaupun tokonya di Eropa belum tentu ukurannya dengan standar eropa.

     

    Toko bekas - A way to reduce waste Toko bekas - A way to reduce waste

Zero Waste Journey

Apa sih Meal Prep dan apa gunanya

14th January 2018 - 5 min read

Sudah beberapa minggu belakangan ini, setiap hari Minggu saya selalu menyempatkan waktu sore-sore untuk kegiatan yang biasa disebut dengan ‘Meal Prep’. Jadi buat yang nggak tau, prep itu kependekan dari preparation. Jadi intinya sih menyiapkan makanan, tapi dalam hal ini bukan makanan yang sesungguhnya melainkan bahan makanan yang mau dimasak di minggu ke depan. Sebenernya ide meal prep ini lebih untuk menghemat waktu buat orang yang pemalas kaya saya karena mempermudah dan mempercepat proses masak memasak 😛 Weekdays biasanya saya kerja sampe jam 6 sore. Dan di jam itu biasanya saya dan suami udah kelaperan.

Anyway, sebenernya masak adalah sesuatu yang super menyenangkan dan therapeutic, tapi saat masak sambil kelaperan yang ada jadi pengen cepet-cepet, mood jelek, rasa makanan jadi seadanya (kan kalau masak mood baik dan dari hati jadi enak ya biasanya :P) atau bahkan kadang saking gak kuatnya jadi jajan atau nyemil nggak sehat. Nah sebenernya ultimately alasan kesehatan dan penghematan ini yang bikin saya semangat meal prep. Tapi kemudian saya baca-baca lagi bahwa food waste makanan di dunia ini udah nggak karu-karuan lagi bentuknya. Kalau katanya BBC tuh food waste reduction could help feed world’s starving yang intinya ya saking banyaknya waste makanan di dunia udah sampe bisa ngasih makan orang miskin yang kelaperan.

Apa sih meal prep dan apa gunanya

Sedih ya lihatnya. Sedangkan masih banyak banget orang yang susah makan di dunia ini. Salah satu faktor penyebab adalah standar toko atau supermarket yang tinggi sehingga buah atau sayuran yang berbentuk nggak sesuai harus dibuang walaupun layak konsumsi. Jadi baik juga buat kita once in a while menyambangi pasar-pasar traditional atau farmer market. Di Pasar juga lebih memungkinkan kita untuk belanja tanpa pre-packed plastic. Faktor lain adalah people that do take for granted kemudahan untuk mendapatkan makanan. Kebanyakan jajan, akhirnya makanan yang di kulkas nggak kemasak, kelupaan, terus busuk. Atau kebanyakan belanja akhirnya nggak sadar bahan makanannya sudah numpuk dan udah nggak bisa diolah karena jelek atau expired. Kalau udah kaya gitu sayang banget kan….

Kembali lagi ke meal prep, tujuan awalnya adalah memotong waktu (dari potong memotong dan cuci mencuci) tapi kemudian bikin saya sadar bahwa (mudah-mudahan) jadi bisa berkontribusi untuk lebih concious, karena jadi lebih terbiasa untuk berpikir ke depan. Contohnya dari belanja, dari masak makanan apa minggu depan. Karena mereka semua berurutan. Tapi misalnya nggak sampe mikir jauh gitu juga gapapa. Mulai dari bahan yang paling basic contohnya bawang-bawangan (jangan lupa ditaroh di dalem container kedap ya, supaya baunya nggak kemana-mana dan supaya nggak mengundang bakteri). Ini deh saya share beberapa bahan-bahan yang bisa jadi ide dan aman untuk dipotong-potong. Stick to something ‘dry’ dan yang nggak berubah warna. 

  1. Beras merah atau quinoa. Biasanya waktu masak mereka lebih lama ketimbang beras biasa, nah meal prepnya dalam bentuk merendam di air. Besokannya bisa direbus dan diletakkan kembali di containter. Bisa jadi bahan untuk bento box lunch 🙂
  2. Potato atau sweet potato. Kalau yang ini all time favorite banget! Saya potong-potongnya sambil saya marinate dengan garam, garlic bubuk, merica, lemon dan olive oil. Jadi nanti tinggal di oven ajah 30 minutes selagi menyiapkan makan malam yang lain! Menurut saya potong potong kentang ini nggak banget ngabisin waktunya. Jadi mealprep ini super time saving.
  3. Meat. 
  4. Veggies. Sayur hijau, wortel, dan lain lain.
  5. Buah. Kebetulan di foto atas ada apel separo dan yang dipotong potong. Saya niat pengen bikin puff pastry dengan isi apel cinnamon. Nah isinya (yang dipotong) sudah saya siapkan jadi nanti tinggal isi-isi dan bake aja. Kalau setengahnya bakal jadi topping yoghurt untuk saya breakfast.

Saya jadi coba mengingat-ngingat dari mana idea meal prep ini saya dapet, ternyata dari salah satu youtuber favorit saya. Check it out 🙂 Super inspiring!